Rabu, 24 Februari 2016

Kulihat Kau Menangis

Binar sinar mata itu
Cerah seperti cermin air
Pipi yang kemerah merahan
Sayup sendu risau itu
Menjatuhkan air matamu

Entah tangis bahagia atau duka yang kau rasa
Kau menunduk dan sesekali menengadah melihat keatas sana
Ke langit itu.. yg berisi awan awan yang hilir mudik mengitari
Apa nian sedang kau rasa?
Aku tak tahu begitu jelas

Termenung kau disana.. dibawah pohon itu
Tempat kita seing bertemu..
Sesekali kau tersenyum dan kembali pipimu teraliri air mata
Kau tertunduk menutup wajahmu
Kau kembali menengadah dan termenung

Apa nian sedang kau rasa?
Apa yang mengganggu perasaanmu?
Aku tak tahu begitu jelas
Aku ingin menghampirimu
Aku ingin tahu..

Namun aku terpaku menatapmu di balik belukar
Dengan hati penuh tanya
Aku gundah dan terbalut rasa khawatir
Hatiku terus bertempur dengan pikirku
Belum sampai saat ku beranikan diri untuk menghapiri

Kau tlah berlari dan tersenyum
Merentangkan kedua tanganmu
Menunduk.. dan menengadah
Melihat langit dan mengikuti awan beriring

Namun kulihat... Kau Menangis .....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar