jerit hati
by. Jeni Pertiwi
dingin malam..
membuat tetesan embun dimata
patah arang sudah mimpiku
biarlah keikhlasan yang akan menyiraminya
dimana lagi kumencari barisan kata kata yang hilang
kuhanya bisa melihat tanganku sendiri
menengadah ke langit-langit sempit
tenggelam disamudera air mata jendela hati
bersyukur saat bahagia... berubah sakit
semua kenangan yang telah terukir indah..
lenyap sudah...
bulan yang menerangi gelapnya bumi
tak mampu menerangi batinku yang terlanjur kelam..
kucoba tersenyum ceria didepan semua...
meski dibalik itu.....
aku rapuh.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar