Rabu, 03 Februari 2016

jerit hati

by. Jeni Pertiwi

dingin malam..
membuat tetesan embun dimata
patah arang sudah mimpiku
biarlah keikhlasan yang akan menyiraminya

dimana lagi kumencari barisan kata kata yang hilang
kuhanya bisa melihat tanganku sendiri

menengadah ke langit-langit sempit
tenggelam disamudera air mata jendela hati
bersyukur saat bahagia... berubah sakit
semua kenangan yang telah terukir indah..

lenyap sudah...

bulan yang menerangi gelapnya bumi
tak mampu menerangi batinku yang terlanjur kelam..

kucoba tersenyum ceria didepan semua...
meski dibalik itu.....
aku rapuh.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar