Aku sendirian di simpang jalan
Tertegun tak tahu arah tujuan
Lepas jauh dari pandandangan
Terdiam terpaku di persimpangan
Tak ada awan putih beriringan
Kulihat langit hitam dan kelam
Adakah pelangi disana??
Hanya ada potret kilat yang menggema
Aku tak tahu dimana aku berada
Aku sendirian di simpang jalan
Dimanakah suara-suara itu?
Suara yang memberikan kata penuh pengharapan
Dimanakah nada-nada itu?
Nada yang lantunkan janji keindahan
Serak kah suara itu??
Sumbang kah nada-nada itu?
Ataukah telah beralih ke arah lainnya?
Seperti kemarin.. seperti yang lainnya
Sempat ku beranikan diri..
Kubuka telingaku.. kubuka mataku
Untuk kuikuti suaramu
Untuk menatap lebih terbiasa ke arahmu
Tak bisakah kau dengar lagu ini
Lagu yang baru mulai aku rangkai
Perlu waktu sedikit lama..
Dan kesungguhan yang sungguh-sungguh dari suara dan nadamu
Bukan salahku atas ketidak sungguhanmu
Dengar suara hatiku.. yang kembali lantunkan keraguan
Tak ada kenyamana atas rasa sakit
Nyatanya kepedihanlah kesungguhan abadi
Aku tak tahu dimana aku berada
Aku sendirian di simpang jalan
Tak ada kau disini
Bahkan sedikit suara dan nadamu saat ku begitu membutuhkannya
Kini aku tak lagi percaya padamu
Kau tak tahu yang kurasakan
Aku berada di simpang jalan
Lepas jauh dari pandangan
Tertegun tak tahu arah tujuan
Hilang semua pengharapan
Terdiam terpaku di persimpangan
Kembali bersinarlah keraguan
Aku tak tahu dimana aku berada
Aku sendirian di simpang jalan
Aku kembali memilih berteman dengan kepedihan
Sendiri ... menikmati kesunyian