Senin, 28 Maret 2016

Dengar Aku

by Nani_9

Kau yang memberiku rasa ini
Kau yang membuatku mengerti
Namun kau yang lukai
Kau juga yang sakiti

Kurasa takut kini
Kurasa sia-sia nanti
Betapa kau tau cinta ini
Betapa kau tau campakan diri ini

Kuhanya ingin milikimu
Kuharap kau mengerti..

Sedikit saja,,. 
Kuhanya ingin cintamu
Kuharap kau disini..
Sekejap saja...

Dengar Aku....

Minggu, 27 Maret 2016

Tentang Sakitnya Pengorbanan

Gemuruh badai suara hati ini
Saat kudengar..
Kau kan coba melupakanku

Tak tahu apa jadinya
Bila akhirnya...
Kau sanggup melalukannya

Tak pernah kau mengerti
Berat bagiku dengan pilihanku sendiri

Hanya untukmu kulakukan ini
Tapi,..
Melupakan cintaku... Itu balasmu

Sabtu, 26 Maret 2016

TERINGAT

Dikeheningan...
Terlintas wajahmu dalam beankku
Dikesunyian...
Terlukis indah senyummu dala pikiranku

Jauh kini kau melangkah
Tinggalkanku dan semua kenangan kita
Tangis dan tawa.. suka dan duka
Kita lewati bersama

Kini...
Engkau t'lah pergi
Dan mungkin..
Takkan pernah kembali

Kamis, 24 Maret 2016

FRIENDSHIP

by Setiawati

Persahabatan...
Adalah sebuah kesedrhanaan
Sederhana dalam kata, senyuman, dan keakraban

Persahabatan...
Bukan meminta, tetapi memberi
Bukan dikasihi, tetapi mengasihi

Persahabatan..
Bukan seperti gunting
Meski berjalan beriringan, tetapi memisahkan pada akhirnya

Persahabatan..
Harus seperti jarum
Meski tajam dan berliku, tetapi menyatukan pada akhirnya

Selasa, 22 Maret 2016

LOVE

Cinta..
Jangan paksa aku untuk melupakanmu
Karna semakin aku berusaha untuk melupakanmu
Semakin aku ingin terus mengingatmu

Cinta..
Jangan paksa aku tuk berhenti mencintaimu
Karna semakin aku bersaha
Jantung ini pun ikut berhenti berdetak

Cinta..
Biarkan aku bertahan..
Bertahan dengan perasaan ini...
Perasaan yang yakin akan cinta..

Cintaku yang hanya untukmu

KERINDUAN

Saat waktu memisahkan
Hati ini tak tentu
Galau dan duka bersatu

Hingga tak mampu lagi berucap
Karna hati menangis
Hanya senyum yang mampu
Mengukir kesedihan dihati

Langit kelabu diatas sana
Ikut mengantar kepergianku
Saat langkahku menjauh
Tak mampu lagi kubendung air mata ini

Kini.. kucoba mengingat kembali
Masa-masa indah dahulu
Dalam relung hati
Ingin ku ulang masa-masa indah itu

Namun..
Semua takkan jadi nyata 
Yang ada hanya KERINDUAN
Yang menggaum dalam kalbu

Andai rasa ini bisa kuatur..
Ingin aku melupakan semuanya
Membuang rasa ini jauh-jauh
Hingga tak ada lagi..
Penyesalan dan Tangisan

Rabu, 16 Maret 2016

Aku Sendiri di Simpang Jalan

Aku sendirian di simpang jalan
Tertegun tak tahu arah tujuan
Lepas jauh dari pandandangan
Terdiam terpaku di persimpangan

Tak ada awan putih beriringan
Kulihat langit hitam dan kelam
Adakah pelangi disana??
Hanya ada potret kilat yang menggema

Aku tak tahu dimana aku berada
Aku sendirian di simpang jalan

Dimanakah suara-suara itu?
Suara yang memberikan kata penuh pengharapan
Dimanakah nada-nada itu?
Nada yang lantunkan janji keindahan

Serak kah suara itu??
Sumbang kah nada-nada itu?
Ataukah telah beralih ke arah lainnya?
Seperti kemarin.. seperti yang lainnya

Sempat ku beranikan diri..
Kubuka telingaku.. kubuka mataku
Untuk kuikuti suaramu
Untuk menatap lebih terbiasa ke arahmu

Tak bisakah kau dengar lagu ini
Lagu yang baru mulai aku rangkai
Perlu waktu sedikit lama..
Dan kesungguhan yang sungguh-sungguh dari suara dan nadamu

Bukan salahku atas ketidak sungguhanmu
Dengar suara hatiku.. yang kembali lantunkan keraguan
Tak ada kenyamana atas rasa sakit
Nyatanya kepedihanlah kesungguhan abadi

Aku tak tahu dimana aku berada
Aku sendirian di simpang jalan
Tak ada kau disini
Bahkan sedikit suara dan nadamu saat ku begitu membutuhkannya

Kini aku tak lagi percaya padamu
Kau tak tahu yang kurasakan
Aku berada di simpang jalan
Lepas jauh dari pandangan

Tertegun tak tahu arah tujuan
Hilang semua pengharapan
Terdiam terpaku di persimpangan
Kembali bersinarlah keraguan

Aku tak tahu dimana aku berada
Aku sendirian di simpang jalan

Aku kembali memilih berteman dengan kepedihan
Sendiri ... menikmati kesunyian




BOCAH

by PAS Band

Lihatlah mereka di sana
Kais-kais awan kuras airmata
Burungpun tersenyum, bocah diam saja
Lewati hari dengan kecewa

Hilang indahnya
Mimpi cerita
Lalui rumput kering kaku
Daun duri berbisik iringi langkahmu
Langitpun tak biru hitam dan membisu
Bocah diam saja tertunduk malu

Tatapi luka
Isi dunia
Apa yang 'kan terungkap?
Tuhan t'lah diganti uang dan penguasa
Gila rakus serakah lahap Kurnia-Nya
Cinta jadi sampah kasih makin murah
Maki injak sesama t'lah terbiasa
Ludahi muka
Telah terbiasa

Terangilah semua
Dunia yang dulu ada

Terangilah semua
Dunia yang dulu ada

Apa yang 'kan terungkap?

Tanyai pelangi adakah di sana
Dunia penuh cerita, tawa dan canda
Bocah pun meminta pintu kan terbuka
Bagi yang telah lupa, karna tingkahnya
Karna ulahnya

Terangilah semua
Dunia yang dulu ada

Terangilah semua
Dunia yang dulu ada

Kamis, 25 Februari 2016

Missing You

Lonely sea without waves
Flowers wilt without water
The Sun didn't move without their light
Like this heart... Lonely without you

If I get play the Time
If I get specify destiny
Didn't want me to lose you
I always wanted to be with you

But..

All have occured
Now you've gone
Wish it was me
Call you Back

Back to me..
I'll be there for you
You'll be there for me
Stay alive beside me..

But,... All have occured
Now you've gone

Although this story
Not united in one heart
But, .. All will be immortal
in the story..
in the story..
This life story

Rabu, 24 Februari 2016

Tentang Takdir dan Kehidupan

by Ariel "NOAH"


Pada saat masalahmu menghampirimu, janganlah berkecil hati
Itu adalah pasangan hidupmu
Itu adalah takdirmu
Sesuatu yang sudah disiapkan untukmu, bahkan sebelum kau dilahirkan
Itu adalah pelengkap hidupmu
Itu adalah gurumu, maka cintailah dia


Penilaian Tuhan tidak dimulai saat kau menerimanya
Karena semua orang akan menerimanya, tanpa terkecuali
Selayaknya seperti orang-orang sebelummu

Jangan pernah berusaha menolak kesalahanmu
Terimalah itu sebagai bekalmu, untuk perjalanan panjangmu
Justru kesalahanmu dimulai ketika kau menolak menerima kesalahanmu
Sedangkan kau menyadarinya

Lapangkanlah dadamu, sehingga luas, tempat untuk ilmu yang berguna
Penilaian Tuhan dimulai saat kau memperbaikinya

Kulihat Kau Menangis

Binar sinar mata itu
Cerah seperti cermin air
Pipi yang kemerah merahan
Sayup sendu risau itu
Menjatuhkan air matamu

Entah tangis bahagia atau duka yang kau rasa
Kau menunduk dan sesekali menengadah melihat keatas sana
Ke langit itu.. yg berisi awan awan yang hilir mudik mengitari
Apa nian sedang kau rasa?
Aku tak tahu begitu jelas

Termenung kau disana.. dibawah pohon itu
Tempat kita seing bertemu..
Sesekali kau tersenyum dan kembali pipimu teraliri air mata
Kau tertunduk menutup wajahmu
Kau kembali menengadah dan termenung

Apa nian sedang kau rasa?
Apa yang mengganggu perasaanmu?
Aku tak tahu begitu jelas
Aku ingin menghampirimu
Aku ingin tahu..

Namun aku terpaku menatapmu di balik belukar
Dengan hati penuh tanya
Aku gundah dan terbalut rasa khawatir
Hatiku terus bertempur dengan pikirku
Belum sampai saat ku beranikan diri untuk menghapiri

Kau tlah berlari dan tersenyum
Merentangkan kedua tanganmu
Menunduk.. dan menengadah
Melihat langit dan mengikuti awan beriring

Namun kulihat... Kau Menangis .....



Jumat, 05 Februari 2016

Duka Untuk Kawan


begitu cepat engkau pergi teman
sehingga mengagetkanku kawan
betapa sedih rasa hati..
ketika kini ku tau kau telah jauh pergi..dan takkan pernah kembali..

singkat pertemuan kita dulu
namun ikatan persahabatan ttp menyatu
tlah lamu tak ku dengar kabarmu
kini..berita duka mu ya aku tahu..

andai bisa protes terhadap waktu
mlampiaskan demo sedih diriku
hanya air mata dan doa yg ku ucap dalam dada
kawan.. kini kau tlah jauh pergi
meninggalkan dunia yang fana ini
menuju dunia yang kekal nan abadi

terhenti sudah langkahmu
namun ambisimu...akan ku jaga slalu...
tidurlah yang lelap kawan ..
bermimpilah yang indah teman...

kini.. hanya doa yg mampu ku berikan
semoga kau tenang di sana teman
semoga kau tenang di alam sana kawan
dan semoga kau ditempatkan Di sisi Tuhan..


selamat tinggal Kawan...
do'aku mengalir untukmu teman

Rabu, 03 Februari 2016

jerit hati

by. Jeni Pertiwi

dingin malam..
membuat tetesan embun dimata
patah arang sudah mimpiku
biarlah keikhlasan yang akan menyiraminya

dimana lagi kumencari barisan kata kata yang hilang
kuhanya bisa melihat tanganku sendiri

menengadah ke langit-langit sempit
tenggelam disamudera air mata jendela hati
bersyukur saat bahagia... berubah sakit
semua kenangan yang telah terukir indah..

lenyap sudah...

bulan yang menerangi gelapnya bumi
tak mampu menerangi batinku yang terlanjur kelam..

kucoba tersenyum ceria didepan semua...
meski dibalik itu.....
aku rapuh.....

Selasa, 02 Februari 2016

Jenuh..(bersama membisu)

Cipt. Jeni Pertiwi

aku duduk terdiam ditengah kesunyian
menatap langit yang enggan bicara
dibawah harapan gelap..
luas bertabur bintang

kucoba tuk selalu mengerti hatiku
namun ternyata..
semua masih semu kurasakan
Aku dan Jenuhku..
bersamaan membisu
kepada senja kumengadu...

kumenangis.....
laksana hujan yang terus mencumbui bumi
laksana gerimis yang selalu mendekap pagi

aku disini...terpaku dalam diam