Lonely sea without waves
Flowers wilt without water
The Sun didn't move without their light
Like this heart... Lonely without you
If I get play the Time
If I get specify destiny
Didn't want me to lose you
I always wanted to be with you
But..
All have occured
Now you've gone
Wish it was me
Call you Back
Back to me..
I'll be there for you
You'll be there for me
Stay alive beside me..
But,... All have occured
Now you've gone
Although this story
Not united in one heart
But, .. All will be immortal
in the story..
in the story..
This life story
Kamis, 25 Februari 2016
Rabu, 24 Februari 2016
Tentang Takdir dan Kehidupan
by Ariel "NOAH"
Itu adalah pasangan hidupmu
Itu adalah takdirmu
Sesuatu yang sudah disiapkan untukmu, bahkan sebelum kau dilahirkan
Itu adalah pelengkap hidupmu
Itu adalah gurumu, maka cintailah dia
Penilaian Tuhan tidak dimulai saat kau menerimanya
Karena semua orang akan menerimanya, tanpa terkecuali
Selayaknya seperti orang-orang sebelummu
Jangan pernah berusaha menolak kesalahanmu
Terimalah itu sebagai bekalmu, untuk perjalanan panjangmu
Justru kesalahanmu dimulai ketika kau menolak menerima kesalahanmu
Sedangkan kau menyadarinya
Lapangkanlah dadamu, sehingga luas, tempat untuk ilmu yang berguna
Penilaian Tuhan dimulai saat kau memperbaikinya
Kulihat Kau Menangis
Binar sinar mata itu
Cerah seperti cermin air
Pipi yang kemerah merahan
Sayup sendu risau itu
Menjatuhkan air matamu
Entah tangis bahagia atau duka yang kau rasa
Kau menunduk dan sesekali menengadah melihat keatas sana
Ke langit itu.. yg berisi awan awan yang hilir mudik mengitari
Apa nian sedang kau rasa?
Aku tak tahu begitu jelas
Termenung kau disana.. dibawah pohon itu
Tempat kita seing bertemu..
Sesekali kau tersenyum dan kembali pipimu teraliri air mata
Kau tertunduk menutup wajahmu
Kau kembali menengadah dan termenung
Apa nian sedang kau rasa?
Apa yang mengganggu perasaanmu?
Aku tak tahu begitu jelas
Aku ingin menghampirimu
Aku ingin tahu..
Namun aku terpaku menatapmu di balik belukar
Dengan hati penuh tanya
Aku gundah dan terbalut rasa khawatir
Hatiku terus bertempur dengan pikirku
Belum sampai saat ku beranikan diri untuk menghapiri
Kau tlah berlari dan tersenyum
Merentangkan kedua tanganmu
Menunduk.. dan menengadah
Melihat langit dan mengikuti awan beriring
Namun kulihat... Kau Menangis .....
Cerah seperti cermin air
Pipi yang kemerah merahan
Sayup sendu risau itu
Menjatuhkan air matamu
Entah tangis bahagia atau duka yang kau rasa
Kau menunduk dan sesekali menengadah melihat keatas sana
Ke langit itu.. yg berisi awan awan yang hilir mudik mengitari
Apa nian sedang kau rasa?
Aku tak tahu begitu jelas
Termenung kau disana.. dibawah pohon itu
Tempat kita seing bertemu..
Sesekali kau tersenyum dan kembali pipimu teraliri air mata
Kau tertunduk menutup wajahmu
Kau kembali menengadah dan termenung
Apa nian sedang kau rasa?
Apa yang mengganggu perasaanmu?
Aku tak tahu begitu jelas
Aku ingin menghampirimu
Aku ingin tahu..
Namun aku terpaku menatapmu di balik belukar
Dengan hati penuh tanya
Aku gundah dan terbalut rasa khawatir
Hatiku terus bertempur dengan pikirku
Belum sampai saat ku beranikan diri untuk menghapiri
Kau tlah berlari dan tersenyum
Merentangkan kedua tanganmu
Menunduk.. dan menengadah
Melihat langit dan mengikuti awan beriring
Namun kulihat... Kau Menangis .....
Jumat, 05 Februari 2016
Duka Untuk Kawan
begitu cepat engkau pergi teman
sehingga mengagetkanku kawan
betapa sedih rasa hati..
ketika kini ku tau kau telah jauh pergi..dan takkan pernah kembali..
sehingga mengagetkanku kawan
betapa sedih rasa hati..
ketika kini ku tau kau telah jauh pergi..dan takkan pernah kembali..
singkat pertemuan kita dulu
namun ikatan persahabatan ttp menyatu
tlah lamu tak ku dengar kabarmu
kini..berita duka mu ya aku tahu..
namun ikatan persahabatan ttp menyatu
tlah lamu tak ku dengar kabarmu
kini..berita duka mu ya aku tahu..
andai bisa protes terhadap waktu
mlampiaskan demo sedih diriku
hanya air mata dan doa yg ku ucap dalam dada
mlampiaskan demo sedih diriku
hanya air mata dan doa yg ku ucap dalam dada
kawan.. kini kau tlah jauh pergi
meninggalkan dunia yang fana ini
menuju dunia yang kekal nan abadi
meninggalkan dunia yang fana ini
menuju dunia yang kekal nan abadi
terhenti sudah langkahmu
namun ambisimu...akan ku jaga slalu...
tidurlah yang lelap kawan ..
bermimpilah yang indah teman...
namun ambisimu...akan ku jaga slalu...
tidurlah yang lelap kawan ..
bermimpilah yang indah teman...
kini.. hanya doa yg mampu ku berikan
semoga kau tenang di sana teman
semoga kau tenang di alam sana kawan
dan semoga kau ditempatkan Di sisi Tuhan..
semoga kau tenang di sana teman
semoga kau tenang di alam sana kawan
dan semoga kau ditempatkan Di sisi Tuhan..
selamat tinggal Kawan...
do'aku mengalir untukmu teman
do'aku mengalir untukmu teman
Rabu, 03 Februari 2016
jerit hati
by. Jeni Pertiwi
dingin malam..
membuat tetesan embun dimata
patah arang sudah mimpiku
biarlah keikhlasan yang akan menyiraminya
dimana lagi kumencari barisan kata kata yang hilang
kuhanya bisa melihat tanganku sendiri
menengadah ke langit-langit sempit
tenggelam disamudera air mata jendela hati
bersyukur saat bahagia... berubah sakit
semua kenangan yang telah terukir indah..
lenyap sudah...
bulan yang menerangi gelapnya bumi
tak mampu menerangi batinku yang terlanjur kelam..
kucoba tersenyum ceria didepan semua...
meski dibalik itu.....
aku rapuh.....
Selasa, 02 Februari 2016
Jenuh..(bersama membisu)
Cipt. Jeni Pertiwi
aku duduk terdiam ditengah kesunyian
menatap langit yang enggan bicara
dibawah harapan gelap..
luas bertabur bintang
kucoba tuk selalu mengerti hatiku
namun ternyata..
semua masih semu kurasakan
Aku dan Jenuhku..
bersamaan membisu
kepada senja kumengadu...
kumenangis.....
laksana hujan yang terus mencumbui bumi
laksana gerimis yang selalu mendekap pagi
aku disini...terpaku dalam diam
Langganan:
Postingan (Atom)

